Kurs
| Jual
| Beli
|
|---|---|---|
USD |
9080.00 |
8930.00 |
SGD |
6751.50 |
6616.50 |
HKD |
1169.10 |
1147.80 |
CHF |
8968.05 |
8793.05 |
GBP |
14010.05 |
13726.05 |
AUD |
8282.65 |
8110.65 |
JPY |
108.17 |
105.36 |
SEK |
1261.20 |
1229.60 |
DKK |
1577.45 |
1534.55 |
CAD |
8631.05 |
8445.05 |
EUR |
11669.80 |
11449.80 |
SAR |
2430.60 |
2371.60 |
NZD |
6524.70 |
6363.70 |
CNY |
1335.75 |
1311.45 |
Fokus, ulet, dan tak kenal menyerah! Itulah yang dilakukan Dedi Hidayat saat memulai karirnya di dunia usaha. Ia banting stir dari konsultan minyak menjadi pengusaha karena mempunyai misi yang menurutnya lebih baik.
“Mendingan jadi kepala semut daripada menjadi ekor gajah,” tegas lelaki kelahiran 27 November 1957 ini.
Nama Usaha : JNC
Jenis Usaha : Kue Kering
Lokasi Usaha : Bandung
Mulai Usaha : 1996
Usaha Lain : Travel, Rental Mobil, Kafe
Fokus, ulet, dan tak kenal menyerah! Itulah yang dilakukan Dedi Hidayat saat memulai karirnya di dunia usaha. Ia banting stir dari konsultan minyak menjadi pengusaha karena mempunyai misi yang menurutnya lebih baik.
“Mendingan jadi kepala semut daripada menjadi ekor gajah,” tegas lelaki kelahiran 27 November 1957 ini.
Maksudnya, ia lebih baik memiliki usaha yang dikelola sendiri dibandingkan menjadi karyawan di tempat lain. Meski demikian, ia pun tak langsung meraih kesuksesan dalam menjalani hidupnya sebagai pebisnis.
Awalnya, Dedi merupakan konsultan minyak yang bekerja di perusahaan orang lain. Hingga saudaranya mengajak untuk berbisnis jahe gajah di tahun 1996. Ia pun memutuskan keluar dari tempat kerjanya dan merintis usaha jahe gajah.
Sayang, di bisnis pertamanya ia gagal total. Bahkan ia rugi dan cukup menguras modalnya. Tapi, perjuangannya tak sampai disitu, Dedi kembali bangkit dan mencari usaha yang lain. Ayah dua anak ini pun memilih bisnis roti dan kue kering yang diberi label JNC. Merek ini merupakan singakatan nama kedua anaknya Jody dan Cindy.
Mulanya, Dedi hanya memasarkan kue kering dan rotinya ke saudara dan tetangga terdekat. Dalam satu hari, ia hanya memproduksi delapan toples kue dengan bantuan dua karyawan saja. Bisnisnya memang tak lantas meningkat. Namun ia tetap tekun dan terus menjalani bisnisnya.
Biasanya, hanya waktu lebaran saja bisnis kuenya bisa meningkat pesat. Namun, di hari biasa pesanannya tak sebanyak hari raya. Hampir delapan tahun usahanya berjalan. Hingga akhirnya ia berinovasi dengan kuenya. Yang tadinya hanya enam rasa, ia mulai menambah variasi baru. Alhasil, usahanya meningkat.
Kini, dalam sehari ia bisa memproduksi hingga 500 toples. Apalagi jika hari raya, pembuatan kuenya bisa mencapai 3.000 toples per hari. Untuk mengatasi pesanan sehari-hari agar lebih banyak pemesan, Dedi kembali berinovasi.
“Saya membuat sistem pembelian kue isi ulang, kami menyediakan kemasan yang menarik dan bisa dipinjam, kuenya tinggal isi ulang saja kalau habis,” jelasnya.
Kemasan tersebut berupa toples yang disimpan dalam wadah dengan bentuk unik. Mulai dari masjid, rumah adat, hingga bentuk menarik lainnya. Dengan cara ini, pelanggan yang datang tak hanya dari konsumen rumahan saja, tapi juga membidik perusahaan besar.
Kini, setelah sukses di bisnis kue, dedi pun mencoba peruntungan baru untuk mengembangkan usaha lainnya. Travel, rental mobil, serta café jadi pilihan. Dengan modal fokus pada usaha, ulet, dan tak kenal menyerah, serta inovasi, bisnis barunya pun berkembang pesat. Di bisnis barunya, ia kembali menjadi kepala semut untuk menuju kepala gajah.***
Baca Juga
Kategori Berbagi Artikel
| Semua Kategori (39) | |
| Asuransi (1) | |
| Industri (1) | |
| Jaringan Bisnis (5) | |
| Lain-Lain (6) | |
| Legalitas (0) | |
| Manajemen & Operasional (0) | |
| Manajemen Waktu (1) | |
| Masalah Kepegawaian (1) | |
| Memulai Bisnis (6) | |
| Menjual Bisnis (1) | |
| Pajak & Akunting (1) | |
| Pemerintah & Regulasi (1) | |
| Pengembangan Skill (1) | |
| Penjualan & Pemasaran (1) | |
| Publikasi & Promosi (3) | |
| Rencana Bisnis (2) | |
| Strategi Harga (1) | |
| Strategi Merk Dagang (2) | |
| Uang & Finansial (5) |


Posting ke Wordpress berhasil.
Gagal posting ke Wordpress.